Connect with us

International

Suga Tepis kekhawatiran China Ats Pembentukan “NATO versi Indo-Pasifik”

MERDEKANEWS.CO.ID – Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga telah menepis kekhawatiran China bahwa kerja sama Indo-Pasifik bertujuan untuk membentuk “NATO versi Indo-Pasifik”, saat ia mengakhiri tur Asia Tenggara pertamanya dengan kunjungan ke Indonesia.

Suga bertemu dengan Presiden Joko “Jokowi Widodo di Bogor pada Selasa malam, tepat setelah ia mendarat di Jakarta dari Hanoi, di mana ia bertemu dengan mitranya dari Vietnam, Nguyen Xuan Phuc, pada hari Senin.

Kedua negara tersebut dipilih sebagai tujuan kunjungan resmi pertama Suga sejak ia menjabat bulan lalu karena komitmen jangka panjang Jepang untuk ASEAN dan kawasan yang lebih luas, kata Suga. Vietnam saat ini adalah ketua dari sepuluh negara ASEAN, dan Indonesia adalah pemimpin de facto dan ekonomi terbesar.

Berbicara kepada media di Jakarta pada hari Rabu, perdana baru Menteri menegaskan kembali keinginan negaranya untuk melihat Indo-Pasifik dengan ketertiban berbasis aturan, bebas dan terbuka. “[Yang dimaksud] oleh Indo-Pasifik yang Bebas dan Terbuka, untuk Jepang, tidak menargetkan negara tertentu.

Dan kami thi nk adalah mungkin untuk bekerja sama dengan negara mana pun yang memiliki visi yang sama. Dan tidak ada niat sama sekali untuk membuat NATO versi Indo-Pasifik, “katanya.

Organisasi Perjanjian Atlantik Utara (NATO) adalah pasca-Perang Dunia II aliansi militer antara 30 negara di Atlantik Utara yang merupakan sistem pertahanan kolektif.

Sementara itu, Indo-Pasifik adalah penataan kembali strategis Asia-Pasifik yang selalu berusaha mengalihkan fokus dari China dan pengaruhnya yang semakin meningkat di kawasan yang lebih luas.

Pernyataan Suga adalah tanggapan langsung atas pernyataan yang dibuat oleh Menteri Luar Negeri China Wang Yi selama tur Asia Tenggara minggu lalu, di mana dia mengatakan kerja sama strategis antara Amerika Serikat, Jepang, Australia dan India, yang dikenal dengan Quadrilateral Security Dialogue, merupakan upaya untuk membangun “Indo-Pacific NATO”.

Kekhawatiran China terus berkembang sebagai diplomat top Quad co untries bertemu di Tokyo pada awal Oktober, di mana Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mendesak mitranya untuk memperdalam kerja sama “untuk melindungi rakyat dan mitra kita dari eksploitasi, korupsi, dan pemaksaan PKT,” lapor Reuters.

Pertemuan tersebut gagal mengeluarkan pernyataan bersama, dan menteri Australia, Jepang dan India menahan diri untuk tidak menyebut nama China dalam pernyataan masing-masing.

Baru-baru ini, India, yang mengadakan latihan militer tahunan yang disebut Malabar bersama angkatan laut AS dan Jepang, mengumumkan bahwa mereka telah mengundang Australia untuk latihan bulan depan di Teluk Benggala sebagai tanda kerjasama baru antara negara-negara Quad.

Dalam konferensi pers bersama dengan Menteri Luar Negeri Malaysia Hishammuddin Hussein pekan lalu, Wang mengatakan strategi tersebut berasal dari mentalitas Perang Dingin AS yang memicu konfrontasi di antara berbagai kelompok dan blok.

“Strategi tersebut bertentangan dengan semangat saling menguntungkan dan win-win spirit yang telah diupayakan oleh kerjasama Asia Timur, berdampak arsitektur kerja sama regional dengan ASEAN sebagai pusatnya dan pada akhirnya akan merusak prospek perdamaian dan pembangunan Asia Timur, “katanya, seperti dikutip Xinhua.

Padahal tafsir tentang apa yang ditimbulkan oleh suatu tatanan Indo-Pasifik berbeda-beda tergantung pada kepentingan geopolitik negara tersebut. negara-negara di kawasan, mereka umumnya menganggap Asia Tenggara sebagai pusat, yang menghubungkan samudra Hindia dan Pasifik.

Sementara beberapa ahli menyatakan bahwa gagasan tersebut telah ada sejak 2003 dan dipopulerkan kembali oleh Presiden AS Donald Trump pada tahun 2017, pendahulu Suga Shinzo Abe-lah yang merupakan salah satu pemimpin pertama dari kawasan ini yang berinvestasi besar-besaran di Indo-Pasifik.

Selama masa jabatannya, Abe mempresentasikan konsep yang disebut Bebas dan Buka Indo-Pasifik sebagai cara mengintegrasikan geografi, geopolitik, nilai-nilai politik demokratis, dan kebebasan navigasi di sekitar samudra Hindia dan Pasifik.

Suga memberi jaminan bahwa yang ia tuju untuk melanjutkan kebijakan Abe, termasuk terlibat dengan ASEAN dan mendukung ASEAN Outlook di Indo-Pasifik, sebuah inisiatif yang diusulkan oleh Indonesia.

“Tidak ada perubahan sama sekali pada prinsip ini di bawah pemerintahan saya […]. Sebagai bangsa Indo- Pasifik, saya sudah jelaskan keinginan Jepang untuk terus berkontribusi bagi perdamaian dan kemakmuran kawasan, ”ujarnya.

Dalam pernyataan bersama dengan Suga, Selasa malam, Jokowi menyerukan semangat kerja sama inklusif dalam konteks Indo Pasifik, seperti tercermin dari ASEAN Outlook on the Indo-Pacific.

“Saya juga menggarisbawahi harapan bahwa Laut China Selatan dapat terus menjadi lautan perdamaian dan stabilitas,” ujarnya. Sebagai salah satu tulang perselisihan yang lebih besar di Asia Tenggara, Laut China Selatan Kembali Menjadi Arena Penting Persaingan AS-China

Pejabat China Telah Membuat Klaim Sapu Atas Perairan Sengketa, Yang Wilayahnya Juga Diklaim Beberapa Orang Negara-negara ASEAN. (Red/Thejakartapost)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement