Connect with us

Liputan Khusus

Indonesia Amankan 271,3 Juta Vaksin COVID-19

Merdekanews.co.id – Pemerintah mengatakan telah mendapatkan komitmen untuk pengiriman 271,3 juta dosis vaksin COVID-19. Dari jumlah itu, diharapkan 30 juta dosis sudah siap pada akhir tahun ini.

Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto, yang juga memimpin tim pemulihan ekonomi nasional dan penanggulangan COVID-19, mengatakan vaksin yang dipesan tersebut diproduksi oleh perusahaan China Cansino, Sinovac, dan Sinopharm.

Airlangga juga mengatakan bahwa pemerintah sedang dalam proses mendapatkan 100 juta dosis vaksin COVID-19 dari perusahaan farmasi Inggris AstraZeneca.

“Kami akan membayar uang muka sebesar 50 persen pada akhir bulan ini atau sekitar US $ 250 juta,” kata dia.

Saat ini Menlu Retno Marsudi, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto dan Badan Usaha Milik Negara. Menteri Erick Thohir berada di luar negeri untuk mengamankan 100 juta dosis vaksin, “kata Airlangga.

Selain mendapatkan vaksin COVID-19 dari luar negeri, pemerintah dan perusahaan farmasi lokal PT Bio Farma juga sedang mengerjakan vaksin COVID-19.

“Amankan pengadaan vaksinnya, karena 215 negara semuanya bersaing untuk hal yang sama, ”kata Airlangga.

Ia menambahkan, ada urutan prioritas vaksinasi bagi berbagai kelompok masyarakat, sebagaimana tertuang dalam Perpres No 99/2020 tentang pengadaan vaksin dan vaksinasi untuk menanggulangi pandemi COVID-19.

Sesuai dengan aturan tersebut, pekerja garis depan mulai dari petugas kesehatan dan paramedis contact tracing hingga aparat militer dan penegak hukum akan diutamakan. untuk vaksinasi. Jumlahnya sekitar 3,5 juta orang.

Kelompok prioritas kedua adalah tokoh agama dan tokoh masyarakat, perangkat daerah di tingkat kecamatan, desa, masyarakat dan rukun tetangga yang jumlahnya lebih dari 5 juta orang. Kelompok prioritas ketiga mencakup lebih dari 4 juta guru di berbagai tingkat pendidikan.

Kelompok keempat adalah pejabat pemerintah dan anggota dewan legislatif yang berjumlah lebih dari 2 juta orang. Kelompok kelima adalah anggota Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan yang iurannya ditanggung oleh pemerintah.

Jumlah mereka melebihi 86 juta individu. Kelompok terakhir yang berjumlah lebih dari 57 juta adalah masyarakat umum. Sementara itu, ahli epidemiologi Universitas Indonesia Pandu Riono mempertanyakan efektivitas dan keamanan vaksin yang akan didistribusikan di Indonesia.

Menurut dia, seluruh calon vaksin COVID-19 masih dalam tahap uji klinis dan belum ada bukti ilmiah mengenai efektivitasnya. “Yakin vaksin ini efektif dan aman? Mana bukti ilmiahnya? Itu belum pernah dibicarakan secara terbuka,” kata Pandu. (HDYT/red)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement