Connect with us

Nasional

Dokumen Bocor : Prabowo Akan Kunjungi Austria Bicarakan Kesepakatan Jet Tempur Typhoon

Merdekanews.co.id – Menteri Pertahanan Prabowo dijadwalkan mengunjungi Austria akhir bulan ini untuk membahas kemungkinan pembelian jet tempur Eurofighter Typhoon setelah kunjungannya yang sangat dinanti-nantikan ke Amerika Serikat dari 15 hingga 19 Oktober.

Prabowo juga diharapkan mengunjungi Prancis, Jerman dan Turki, Meski belum ada konfirmasi resmi dari Kementerian Pertahanan selain kunjungannya ke AS.

Kepala hubungan masyarakat kementerian, Brig. Jenderal Djoko Purwanto, merujuk wartawan kepada juru bicara Prabowo, Dahnil Simanjuntak, yang tidak bisa dimintai komentar.

Rangkaian kunjungan tersebut diyakini bertujuan untuk mempererat kesepakatan pengadaan alutsista dan kerjasama industri pertahanan guna membantu perusahaan dalam negeri memenuhi target Minimum Essential Force (MEF) pada tahun 2024.

Berdasarkan bocoran dokumen, Prabowo mengirimkan surat surat tertanggal 8 Oktober kepada mitranya dari Austria Klaudia Tanner, mengucapkan terima kasih atas surat tertanggal 4 September sebagai tanggapan atas surat awal Prabowo tertanggal 10 Juli.

“Kami sedang mengadakan pengadaan barang vital [alutsista] untuk melindungi wilayah nasional dan warga negara kita, dengan demikian [menindaklanjuti] usulan kita [mengenai] [pesawat] Eurofighter Austria, “kata Prabowo dalam surat yang salinannya diterima The Jakarta Post dari sebuah Sumber Austria.

“Sehubungan dengan hal di atas, saya ingin melakukan panggilan kehormatan pada waktu yang Anda inginkan.”

Prabowo menambahkan, dirinya akan berada di Wina pada 20 Oktober dan berharap dapat menggunakan kesempatan tersebut untuk membahas isu-isu yang menjadi perhatian bersama terkait pertahanan.

Hingga Selasa sore, Post belum menerima konfirmasi dari kementerian atau juru bicara Prabowo, Dahnil, terkait keaslian surat tersebut. Rencana strategis pertama dalam road map MEF mencakup periode 2009-20014.

Hingga akhir Renstra II 2019, baru tercapai 63,19 persen dari rencana pengadaan, bukan dari target 75,54 persen. Oleh karena itu, pemerintah berada di bawah tekanan untuk mencapai 36,81 persen sehingga mencapai 100 persen pada 2024.

Salah satu opsi untuk memenuhi target MEF adalah membeli persenjataan bekas dari negara lain, seperti Typhoon dari Austria. Rencana tersebut telah memicu kembali perdebatan lama tentang apakah Indonesia harus membeli semua perangkat keras militernya yang baru untuk kualitas yang lebih tinggi atau menggunakan sistem senjata bekas untuk mendapatkan jumlah yang lebih besar dan penyebaran yang lebih cepat.

Pengiriman jet tempur bekas bisa memakan waktu antara 12 dan 24 bulan, sedangkan pengiriman jet tempur baru bisa memakan waktu sekitar 36 bulan atau bahkan lebih lama. (nvn)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement